Selamat Datang di Blog Saya Michael Soray

twit

Kamis, 02 Oktober 2014


Perubahan Iklim

Pertama yang harus jelas lebih dulu adalah bahwa perubahan iklim bukanlah hal baru. Iklim global sudah selalu berubah-ubah. Jutaan tahun yang lalu, sebagian wilayah dunia yang kini lebih hangat, dahulunya merupakan wilayah yang tertutupi oleh es, dan beberapa abad terakhir ini, suhu rata-rata telah naik turun secara musiman, sebagai akibat fluktuasi radiasi matahari, misalnya, atau akibat letusan gunung berapi secara berkala. (Lait, 2006)

Namun, yang baru adalah bahwa perubahan iklim yang ada saat ini dan yang akan datang dapat disebabkan bukan hanya oleh peristiwa alam melainkan lebih karena berbagai aktivitas manusia. Kemajuan pesat pembangunan ekonomi kita memberikan dampak yang serius terhadap iklim dunia, antara lain lewat pembakaran secara besar-besaran batu bara, minyak, dan kayu, misalnya, serta pembabatan hutan. (Katili, 2004)

Kerusakannya terutama terjadi melalui produksi ‘gas rumah kaca’, dinamakan demikian karena gas-gas itu memiliki efek yang sama dengan atap sebuah rumah kaca. Gas-gas itu memungkinkan sinar matahari menembus atmosfer bumi sehingga menghangatkan bumi, tetapi gas-gas ini mencegah pemantulan kembali sebagian udara panas ke ruang angkasa. Akibatnya, bumi dan atmosfer, perlahan-lahan memanas (Daniel, 1998).







Daftar Pustaka




Daniel, J. (1998). Greenhouse Effect. Puerto Rico: Atnanyo Sin Castro.
Katili, G. (2004). Iklim dan Akibatnya. Jakarta: Erlangga.
Lait, J. (2006). climatology. Saria: Adventure Word Press.



0 komentar:

Posting Komentar