Perubahan Iklim
Pertama yang harus jelas lebih dulu adalah bahwa perubahan iklim
bukanlah hal baru. Iklim global sudah selalu berubah-ubah. Jutaan tahun yang
lalu, sebagian wilayah dunia yang kini lebih hangat, dahulunya merupakan
wilayah yang tertutupi oleh es, dan beberapa abad terakhir ini, suhu rata-rata
telah naik turun secara musiman, sebagai akibat fluktuasi radiasi matahari,
misalnya, atau akibat letusan gunung berapi secara berkala. (Lait, 2006)
Namun, yang baru adalah bahwa perubahan iklim yang ada saat ini
dan yang akan datang dapat disebabkan bukan hanya oleh peristiwa alam melainkan
lebih karena berbagai aktivitas manusia. Kemajuan pesat pembangunan ekonomi kita
memberikan dampak yang serius terhadap iklim dunia, antara lain lewat
pembakaran secara besar-besaran batu bara, minyak, dan kayu, misalnya, serta
pembabatan hutan. (Katili, 2004)
Kerusakannya terutama terjadi melalui produksi ‘gas rumah kaca’,
dinamakan demikian karena gas-gas itu memiliki efek yang sama dengan atap
sebuah rumah kaca. Gas-gas itu memungkinkan sinar matahari menembus atmosfer
bumi sehingga menghangatkan bumi, tetapi gas-gas ini mencegah pemantulan
kembali sebagian udara panas ke ruang angkasa. Akibatnya, bumi dan atmosfer,
perlahan-lahan memanas (Daniel, 1998) .
Daftar
Pustaka
Daniel, J. (1998). Greenhouse Effect. Puerto
Rico: Atnanyo Sin Castro.
Katili, G. (2004). Iklim dan Akibatnya. Jakarta:
Erlangga.
Lait, J. (2006). climatology. Saria: Adventure Word
Press.

0 komentar:
Posting Komentar